Februari 19, 2010

Here Someone Is Hidden





Here someone is hidden
who has taken hold of me and does not let me go.

Here someone is hidden
softer than the soul who led me to the garden of spirit
and made me homeless.

Here someone is hidden
a radiant face as delicate and fleeting
as the ephemeral moment before sleep.

Here someone is hidden
like sweetness in sugar cane,
an invisible magician who has captured my soul.

Hidden somewhere inside, my beloved and I
have dissolved in each other.


Maulana Jalaluddin Rumi


Do You Want Me To Tell You A Secret





Do you want me to tell you a secret?
The flowers attract the most beautiful lover
with their sweet smile and scent
If you let God weave the verse in your poem
people will read it forever.


Maulana Jalaluddin Rumi


Don't Plant Anything But Love





When you plant a tree
every leave that grows will tell you,
what you sow sill bear fruit.
So if you have any sense, my friend
don't plant anything but love,
you show your worth by what you seek.
Water flows to those who want purity
wash your hands of all desires and
come to the table of Love.


Maulana Jalaluddin Rumi


Februari 15, 2010

Antara Memiliki & Dimiliki Cahaya





Orang-orang yang tengah menuju Allah
mendapat petunjuk dengan cahaya pendekatan.

Sedang orang yang telah sampai kepada Allah
mempunyai cahaya tatap muka.

Yang pertama milik cahaya,
sedangkan cahaya milik yang terakhir,

sebab mereka milik Allah,
bukan milik sesuatu selain-Nya.

"Katakanlah, 'Allah', kemudian biarkan mereka
bermain dalam ketenggelaman mereka"
[Al-An'am (6) : 92]


~~~~

Perjalanan menempuh jalan spiritual tercerahkan sesuai dengan kualitas niat, amal baik, dan ibadah. Orang-orang yang tercerahkan akan selalu bertindak selaras dengan kehendak Allah dan tidak mengalami pertentangan atau kebingungan sedikit pun. Cahayalah yang akan mencari mereka, bukan mereka yang mencari cahaya. Mereka menyaksikan Allah yang mereka cintai terus-menerus, baik dalam waktu senang maupun susah. Keadaan batin mereka melampaui keadaan untung dan rugi. Mereka benar-benar milik-Nya dan mengetahui bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya. []



No 31, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Ketahui Kekurangan Diri





Usahamu mengetahui beberapa kekurangan yang tersembunyi
dalam dirimu lebih baik ketimbang usahamu
menyingkap perkara gaib yang tersembunyi darimu.


~~~~

Salik yang cerdas adalah yang mengamati dan memperbaiki kesalahan, kekurangan, tabir, kekotoran, dan kesamaran yang ia miliki. Kesalahan diri yang nyata disebabkan oleh keinginan, ketamakan, harapan, dan seluruh ketidakseimbangan dalam tubuh dan pikiran. Sakitnya hati disebabkan oleh keinginan batin akan penghargaan, kebencian, keserakahan, ketidaktulusan, dan tabir-tabir lainnya, yang menghilangkan kebebasan hati dari ketergantungan pada makhluk. Alam gaib teralingi dari kita justru karena kesalahan, tabir, serta kerusakan pikiran dan hati kita. []



No 32, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Allah Tidak Terhalangi





Allah tidak teralingi. Engkaulah yang teralingi dari melihat-Nya.
Sekiranya ada sesuatu yang mengalingi Allah, sesuatu itu akan menutupi-Nya.
Dan sekiranya ada tutup bagi-Nya, tentu ada batasan bagi wujud-Nya.
Dan sesuatu yang membatasi tentu menguasai yang dibatasi, padahal
"Allah Maha Berkuasa atas semua hamba-Nya" [Al-An'am (6) : 18]


~~~~

Allah adalah Pencipta segala sesuatu, termasuk tirai-tirai dan batasan-batasan. Cahaya-Nya menyinari semua eksistensi yang kita ketahui maupun tidak kita ketahui. Dia adalah sebelum, sesudah, dan dalam segala sesuatu, dan sesungguhnya "Tak ada sesuatu pun selain-Nya." Akan tetapi, kita terhijab untuk melihat Zat-Nya oleh kemampuan imajinasi (khayal). Semua tirai adalah bagian dari rahmat-Nya, karena tanpa tirai atau ilusi, diri akan benar-benar mati dan lenyap tatkala berhadapan dengan Yang Mahamutlak. []



No 33, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Penghambaanmu Dalam Keinsananmu





Keluarkanlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu, setiap sifat
yang menyalahi penghambaanmu, supaya mudah
bagimu menyambut panggilan Allah dan mendekat
ke hadirat-Nya.


~~~~

Banyak watak alamiah jiwa yang bertentangan dengan potensi spiritual kita. Kesombongan, kejahatan, egoisme, ketidaksabaran, penyimpangan, serta semua bentuk kemaksiatan adalah kecenderungan-kecenderungan negatif yang harus ditinggalkan jika ingin maju. Sebaliknya, kesopanan, kebijaksanaan, dan keadilan adalah sifat-sifat baik yang penting, yang ditimbulkan oleh penyerahan diri yang tepat dan penghambaan yang mulia. Apabila diri diatur secara benar dan tertundukkan, maka cahaya dari realitas dan kebenaran yang lebih tinggi akan tampak. []



No 34, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Pangkal Kemaksiatan & Ketaatan





Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan
syahwat adalah pengumbaran nafsu.

Dan pangkal segala ketaatan, kewaspadaan,
dan kebajikan adalah pengekangan nafsu.

Bersahabat dengan orang bodoh
yang tidak memperturutkan hawa nafsunya
adalah lebih baik bagimu
ketimbang bersahabat dengan orang pintar
yang memperturutkan hawa nafsunya.

Kepintaran apalagi yang dapat disandangkan
pada orang pintar yang selalu memperturutkan
hawa nafsunya?

Dan kebodohan apalagi yang dapat disandangkan
pada orang bodoh yang tidak memperturutkan
hawa nafsunya?


~~~~

Nafsu menabiri pengetahuan tentang Yang Mahahadir dan kesempurnaan-Nya. Pengalaman dan keinginan masa lalu beserta riwayat kegagalan dan kesuksesan adalah rintangan menuju pemahaman yang lebih tinggi. Barang siapa yang tidak mampu mengatasi rintangan berupa memori masa lalu, ia tak akan mampu membaca situasi masa kini dengan jernih. Segala sesuatu akan dilihat dan dinilai oleh takaran-takaran masa lalu. Maka, orang-orang yang menghilangkan nafsu, masa lalu, dan masa kininya, ia akan mampu melihat peristiwa masa kini secara mendalam dan jujur. []



No 35, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Keberadaan-Nya Semata





Sinar mata batin membuatmu menyaksikan dekatnya Allah denganmu.
Dan mata batin membuatmu menyaksikan ketiadaanmu
kerana keberadaan-Nya. Dan hakikat mata batin membuatmu
menyaksikan keberadaan-Nya, bukan ketiadaanmu
ataupun keberadaanmu.


~~~~

Penglihatan batin mengantarkan kepada realitas dan kebenaran yang lebih tinggi, sedangkan penglihatan lahir berhubungan dengan gambar, bentuk, hubungan kausalitas, dan realitas. Sifat-sifat dan asma-asma Allah lebih tinggi dan lebih halus ketimbang dunia sebab-akibat yang selalu berubah. Hanya Dia yang memiliki kualitas demikian, yang menjadikan kesadaran salik tentang eksistensinya hilang. Mata batin yang tertinggi mengantar kita tenggelam dalam cahaya kebenaran mutlak yang berkilauan dan tak sesuatu pun selain itu. Dalam keadaan ini, seseorang tak bisa menyatakan kesadaran atau ketidaksadaran manusia. []



No 36, Bagian 4
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Februari 10, 2010

Stay With The Lovers





You may be tired and weary
but stay with the lovers
don't run away
You will either fall in love like me
and if you do not,
just sit and watch.


Maulana Jalaluddin Rumi


Don't Miss The Moment





Do not look back, my friend
no one knows how the world ever began
Do not fear the future, nothing lasts forever.
If you dwell on the past or the future
you will miss the moment.


Maulana Jalaluddin Rumi


The Pain Will Become The Cure





One day your heart
will take you to your lover.
One day your soul
will carry you to the Beloved.
Don't get lost in your pain,
know that one day
your pain will become your cure.


Maulana Jalaluddin Rumi


Make Friends With Grief





My heart, make friends with grief
and if you do, what luck!
Embrace it for your grief is the call
the Beloved answers.


Maulana Jalaluddin Rumi


Don't Take Pride in Every Thought





My heart, do not take pride in
every thought,
do not flutter like a a moth
around every light
Until you know yourself
you will be distant from
God.


Maulana Jalaluddin Rumi



Never Think You're Better Than Others





My dear heart
never think you are better than others.
Listen to their sorrows and compassion.
If you want peace, don't harbor bad thoughts
do not gossip and
don't teach what you don't know.


Maulana Jalaluddin Rumi


Februari 06, 2010

Pinta Tiada Tertahan





Pinta tiada tertahan selama engkau memohon kepada Tuhan.
Namun, pinta tiada tiada mudah bila pada dirimu sendiri
engkau berserah.

~~~~

Jika engkau ikhlas dan sungguh-sungguh bersandar kepada kemurahan, petunjuk dan kesempurnaan Allah, serta tetap tabah dan yakin akan rahmat-Nya, maka jawaban atas semua permintaanmu akan sangat memuaskan. Semua upaya pribadi akan mengantarkan pada kekecewaan dan kegagalan, kecuali jika ia menjadi bagian dari kemajuan menuju pengetahuan tentang Allah dan kehendak-Nya. []



No 25, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Berserah Sejak Permulaan





Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan
adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan.

~~~~

Karena Dialah Yang Awal, Yang Akhir, dan Yang Meliputi semua waktu, maka salik harus memulai perjuangannya dengan berserah diri kepada keputusan dan penerimaan-Nya. Penghambaan yang rendah hati dan kesadaran yang terus-menerus terhadap karunia-Nya akan menghasilkan kemajuan yang mantap dari awal hingga akhir perjuangan. []



No 26, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Cemerlang Awal-Akhir






Siapa cemerlang pada permulaan,
cemerlang pula pada kesudahan.

~~~~

Kebalikan dari hal ini sama benarnya, dan barangkali lebih diperhatikan oleh sebagian besar manusia. Jika amal didorong oleh naluri dan sifat mementingkan diri sendiri, maka hasil akhirnya akan memalukan dan tanpa manfaat. Perjalanan hidup yang dimulai dengan pendirian kuat serta keinginan yang tulus untuk mencari kebenaran, dan senantiasa teguh berada di jalan itu, maka besar kemungkinan pada akhirnya dia beroleh kesuksesan dan pencerahan. Apa yang dimulai dengan cahaya akan diakhiri dengan cahaya dan kesenangan, sedangkan apa yang dimunculkan dari kegelapan akan masuk dalam gelapnya kejahilan. []



No 27, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Keghaiban Termanifestasi






Apa yang tersimpan dalam kegaiban hati,
pada dunia nyata akan termanifestasi.


~~~~

Setiap pembuluh akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, dan setiap pembawa wewangian akan bisa dijejaki. Karena, penampakan batin akan mengungkap apa yang disembunyikan, dan topeng-topeng pada akhirnya akan terlepas. Pembacaan kita atas alam lahir adalah penafsiran atas kondisi batin. Alam lahir dan batin dihubungkan oleh kekuatan-yang-menyatukan dari Sang Pencipta dan Pemelihara seluruh alam. []



No 28, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri



Mencari dan Memahami Cahaya






Betapa jauh bedanya antara orang yang berdalil bahwa adanya Allah
menunjukkan adanya alam, dan orang yang berdalil bahwa adanya alam
menunjukkan adanya Allah.

Orang yang berdalil dengan adanya Allah mengerti kebenaran
adalah bagi Pemiliknya, sehingga ia menetapkan segala perkara
dengan merujuk kepada asalnya.

Sedangkan berdalil untuk adanya Allah
adalah karena tidak sampai kepada-Nya.

Betapa tidak!

Bilakah Allah itu gaib
sehingga diperlukan bukti
untuk mengetahui adanya Allah?

Dan bilakah Dia jauh
sehingga benda-benda alamlah
yang mengantar kepada-Nya.


~~~~

Mayoritas kita selalu mencari bimbingan, petunjuk, dan bukti Sang Pencipta, tentang perbuatan baik dan tanggungjawab kita. Ada orang-orang yang mendapat cahaya ilahiah dan bertindak sesuai dengan ilham batin serta petunjuk ilahiah mereka. Kelompok pertama mencari bukti cahaya, dan hanya sedikit disadarkan olehnya. Sedang kelompok terakhir hidup dengan mengacu dan memahami cara-cara Allah yang sempurna. []



No 29, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri


Penerima Rahmat-Nya






'Hendaklah orang yang mempunyai keluasan harta berderma
menurut kemampuannya,' ditujukan kepada mereka
yang telah sampai kepada Allah.

'Dan siapa yang disempitkan rezekinya, hendaknya mendermakan
apa yang diberikan Allah kepadanya' [Surah At-Thalaq (65) : 7],
ditujukan kepada mereka yang tengah menuju Allah.


~~~~

Orang-orang yang tercerahkan telah diberi kekayaan pengetahuan yang tak terbatas dalam tingkatan tauhid mereka. Mereka mengetahui bahwa semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, dan sungguh Dia Mahakuasa. Sementara, mayoritas para salik yang masih tertimpa beberapa jenis kekufuran dan kesyirikan, juga harus melayani dan berkorban demi orang lain, yang lebih tidak beruntung dalam hal keimanan. Semakin kita menikmati kemurahan dan pemberian Allah, semakin kita dapat merasakan kehadiran Sang Maha Pemurah, Maha Pengasih, dan Maha Pemberi. Sesungguhnya kita semua adalah penerima rahmat-Nya. []



No 30, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri