Al Hikmah Perkongsian kata-kata hikmah, nasihat, motivasi untuk membangun jiwa. Untuk disebarkan sebagai dakwah melalui tulisan dan juga perkataan. Jom Kongsi!
Silakan klik: Al Hikmah [di Facebook]
Cinta.
"Ya Allah, apa sahaja yang Engkau anugerahkan kepadaku daripada apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia kekuatan untukku mencintai apa yang Engkau Cintai.. Dan apa sahaja yang Engkau singkirkan daripada apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia keredhaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau Cintai."
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
'Inilah du'a yang biasa dipohon oleh Nabi Daud a.s.'.
[Hadis riwayat At-Tirmizi]
Orang yang tenang-tenang atau terbiasa-biasa dengan dosanya adalah
orang yang angkuh atau jahil, yang belum sedar-sedar bahawa ia cuma
seorang hamba yang mutlak milik Tuannya. Ia tak punya apa-apa secara
hakiki, namun nafsu dan syahwatnya memperdaya bahawa setiap yang terlihat
di sini; di balik peluang dan usaha mampu dia miliki.
Maka, akankah datang saat untuk tergerak hatinya? Perlukah ia
dikeluarkan dari Kebenaran, untuk menyedari Kebenaran itu. Keluar
dari Kebenaran bermaksud lain—bencana, tatkala nurani dicambuk ujian
sebagai tanda keadilan-Nya, hingga akhirnya terpicu sesal yang merawan
jiwa. Tanpa sesal, sulit untuk kalbu berniat kembali pada-Nya.
Sesal mengawali ketergerakan untuk bertaubat, peranjakan dari
jalan yang menyimpang menuju jalan lurus. Namun sesal ini bukan hanya
satu-satunya fasa, kerana takkan berguna penyesalan sebelum memutar
turbin-turbin semangat perbaikan.
Tiadalah menguntungkan mereka
yang mengabaikan tanda-tanda rosaknya jiwa,
hingga tidak tumbuh
sezarah rasa sesal di dalam dada.
Tiadalah penyesalan itu berguna
hingga mulai tertitis makna hamba-Nya,
tiadalah makna itu tertanda
hingga mata hati meratap merana.
Tiadalah ratapan itu berfaedah,
hingga membulatkan tekad untuk berubah.
Tiadalah tekad itu mengarah pada apa-apa,
selagi kesempatan yang ada ditunda-tunda.
Beramallah, jangan cukup sekadar tahu.
Bertindaklah, jangan hanya sekadar merasa sesal.
Yang penting bukan kesedaran sesaat,
tapi kelangsungan yang mengiringi ke akhirat.
Sekaranglah masa, inilah kenyataan.
Kembali, lagi kembali.
Sampai taubat ini bertahan,
taubatlah beribu kali.
Hingga redha pada pandangan Ilahi,
atas anugerah-Nya,
atas kemurahan-Nya,
atas kasih-Nya, sayang-Nya
siapa yang benar-benar mencari,
akan Dia hadiahi..
Taubat yang sejati.
********************************
Ya Allah,
kini kami bersimpuh di hadapan-Mu.
Sesal dan insaf mengucur
di sekujur tubuh kami.
Kami malu, dengan perlahan
mengetuk pintu-Mu. Ya Allah,
bilakah kiranya pintu itu ditutup
sehingga harus diketuk?
Duhai Rabbi, mengapa pertaubatan
tak kunjung memadai kami lakukan?
Duhai Rabbi, mengapa kemaksiatan
terus berulang kami lakukan?
Duhai Rabbi, mengapa ketaatan
tak mencegah kami dari kemungkaran?
Ya Rabbi, kami mohon ampunan-Mu
atas seluruh sikap kurang-ajar kami.
Duhai Yang Maha Mendengar
lagi Maha Melihat,
kurangnya ilmu kami mohon tidak
menghalangi ampunan-Mu.
Kurangnya amal kami mohon tidak
menghalangi pemberian-Mu.
Dan kurangnya keikhlasan kami
mohon tidak menghalangi kasih-Mu.
Ya Allah, izinkan hamba-hamba-Mu ini untuk
meyakini keluasan rahmat-Mu,
sekalipun telah menumpuk maksiat kami.
Jadikanlah ingatan akan kurniaan-Mu
benar-benar modal bagi kami untuk
tidak berputus asa,
sekalipun di tengah berat dan
sempitnya suasana.
Ya Allah, perkenanlah hamba-hamba-Mu
menaruh harapan pada luasnya rahmat-Mu
agar kami berlayar di samudera keredhaan,
terhindar dari syaitan-syaitan yang menyesatkan,
menjauh dari pikuk daratan kemaksiatan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa
hamba-hamba-Mu ini. Juga dosa-dosa orang
yang pernah berbuat baik kepadanya.
Juga dosa-dosa orang yang
pernah dianiayanya.
Juga dosa-dosa orang yang pernah
menyediakan ladang amal baginya.
Kurniakanlah kepada kami, duhai Rabbi,
kerinduan untuk bertaubat;
hingga Engkau meredhai kami,
dan kami meredhai-Mu.
hingga Engkau tenang dengan kami,
dan kami damai bersama-Mu.
hingga Engkau menerima kami,
dan kami terpaut semata-mata kepada-Mu.
Amiin, amiin, amiin..
Selawat dan salam
atas Junjungan Termulia
Kekasih-Mu Tercinta
Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam
Ahli keluarganya yang diberkati,
Para sahabat yang diredhai..
serta hamba-hamba-Mu yang soleh
yang menjejak langkah mereka
hingga ke pengakhiran dunia..
Amiin,
Ya Akramal Akramiin
- Wahai Yang Maha Mulia dari sekalian yang mulia,
Ya Arhamar Rahimiin
- Wahai Yang Maha Penyayang dari sekalian yang penyayang.
Kabulkanlah..
Amiin,
Ya Rabbal 'Aalamiin.
Sejalur cahaya
menyinar putih,
sekilas mencecah
layar polos terpilih
lalukanlah ia
menerjahi kanta,
terbias alami
sedetik jadi
merah kirmizi
jingga kesumba
kuning gading
biru lazuardi
hijau zaituni
berbeza rona
rapi terpilah, tetap
menawan tatap
mata, mengukir senyum
sukma.
kesederhanaannya indah
keindahan-Nya
sempurna dalam sederhana
mendalam
sebalik tabir bersahaja.
seimbas zahir matamu
bisa menipu,
tak tampak istimewa
melelah jemu.
sedang bukan itu
hakikatnya, sahabatku!
tak terpandang
semua ini, jika
sedari awal
kanta hati
cemar dengan cela
dan prasangka keruh.
tidak jernih dan tulus,
tidak bening dan mulus.
apatah lagi, jika
layar itu
tidak polos,
kusam kotor
cabik rabik,
belum berganti.
jernihkan kanta ini
hingga puas
pandang hati.
pohon jua
diganti-Nya,
kurnia layar baharu.
ingini cahaya-Nya
menyebar saksama
fitri mengalir resap
merata layar jiwa.
sejalur cahaya putih,
terpencar rona berkilauan
sukma senyum melirih
tatap pandangmu tertawan.
Butir-butir pasir,
di pesisir
tampak tiada apanya
nun jauh di dasar samudera,
alangkah ajaib
dikandung cangkerang
menjadi mutiara.
Kerdil tak kasat mata
pada mula
diam-diam
jadi luar biasa
anugerah-Nya.
When you fall ill you grieve and feel so low,You're then awake to what you need to know,When starting to feel sick your prayers begin,You beg forgiveness for a life of sin,Its ugliness the Lord to you displaysSo you'll resolve to follow righteous ways:You swear to God that you'll at last take heed,And make your every act a pious deed,That being sick can heal you thus make sense,It wakes you with increased intelligence!So heed this principle and never doubt,Whoever's suffering pain has worked this out:The more awake they are the worse their plight,Their suffering turns their tortured faces white!
Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari
Kitab Al-Hikam: Rampai Hikmah Ibnu ‘Athaillah