September 11, 2013

Berimanlah, Cintailah, Terimalah, Yakinilah

 
 
 
"Berimanlah kepada Nabi Allah (Muhammad sallaLlahu 'alaihi wasallam) dan risalah kebenaran Ilahi yang dibawanya. Berimanlah kepada perintah dan keadilan Allah. Selanjutnya, berimanlah kepada perkataan-perkataan hakiki seluruh nabi, sama ada yang diketahui atau tidak.
 
Cintailah para Sahabat mereka (yakni, para Nabi). Terimalah kebenaran risalah mereka. Jangan menyanggah mereka (para Sahabat Nabi ridhwanuLlahi 'alaihim). Jangan membandingkan di antara mereka (dengan tujuan menghina sesiapapun antara mereka). Berfikirlah tentang mereka dengan puji-pujian, sebagaimana yang digambarkan melalui
Al-Qur`an yang suci dan dalam kata-kata para Nabi yang hanya berupa kebenaran.
 
Tunjukkan rasa hormat, sebagaimana dilakukan para Nabi, pada keperibadian yang menjadi ciri manusia sempurna pada tempat-tempat yang suci. Terima dan yakinilah perbuatan-perbuatan dan kata-kata para wali, sekalipun kamu tidak mampu mengerti pernyataan mereka dan keajaiban yang dinisbahkan kepada mereka."
 
[Syeikhul Akbar Muhyiddin Imam Ibnu 'Arabi At-Tho`i Qaddasallahu Sirrahu]

Melangkah Tanpa Terhambat

 
 
"Untuk melangkah di jalan ini, untuk mengikuti jejak para Nabi; kamu harus ringan - yakni, ringan dalam hal dan perkara duniawi ini, ringan dalam perhatianmu terhadap dunia ini. Satu petanda keberatan yang akan menghalangimu untuk maju di jalan (menuju Allah) ini, adalah (kamu) menjadi beban kepada orang lain; sama ada menjadi tanggungan kepada orang lain, atau membiarkan orang lain membawa bebanmu (yakni, tanggungjawab-tanggungjawab, yang sebenarnya harus kamu bawa sendiri)."
 
[Syeikhul Akbar Muhyiddin Imam Ibnu 'Arabi At-Tho`i Qaddasallahu Sirrahu]

September 10, 2013

Tugas Kita Di Jalan Ini

 

 
"Jalan dan cara menuju keselamatan dan kebahagiaan abadi adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Benar. Allah telah mengajar makna kedekatan itu kepada kita. Dia mengajari kita melalui utusan-Nya yakni para rasul, sehingga kita berkata, "Kami beriman". Itulah Kebenaran. Kita menerima dan membenarkannya. Tugas kita kemudian hanyalah mengikuti ajaran dan teladan Nabi-Nya lahir dan batin.. "
 
[Syeikhul Akbar Muhyiddin Imam Ibnu 'Arabi At-Tho`i Qaddasallahu Sirrahu]

Jalan Menuju Akhirat, Dunia Ini




 
"Kehidupan di dunia ini tiada lain hanyalah sebuah jalan menuju akhirat."

[Syeikhul Akbar Muhyiddin Imam Ibnu 'Arabi At-Tho`i Qaddasallahu Sirrahu]

September 01, 2013

Ucapan, Sungguh Tidak Berguna..



"Betapa banyak orang mencela, namun ia sendiri berbuat 
Betapa banyak kelemahan yang tidak tergugah tekad kuat 
Betapa sering aku mengucapkan kata dusta 
Ucapan sungguh tidak berguna jika tidak diiringi amal nyata." 

 [Imam Ibnul Jauzi RahimahuLlah]

Makanlah Dengan Usahamu




"Makanlah dengan usahamu. Jangan makan dengan (mengatasnamakan) agamamu." 

[Al-Ghauts Al-A'zhom Syeikh Abdul Qadir al-Jailani QaddasaLlahu Sirrahu]

Indah Tanpa Erti




"Betapa banyak orang yang menyesal, namun tak kunjung berhenti
Tiada tekad menyertai kelemahan dan kemalasan ini 
Berapa kali perkataan indah menyelimuti 
Namun tiada erti jika tiada amal menyertai." 

 [Imam Ibnul Jauzi RahimahuLlah]

Yang Pintar, Yang Bodoh




"Yang pintar adalah orang yang taat, sedangkan yang bodoh adalah orang yang maksiat." 

[Al-Ghauts Al-A'zhom Syeikh Abdul Qadir al-Jailani QaddasaLlahu Sirrahu]

Niat Mencari Ilmu dan Mengajar


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 


"Aku berniat mencari ilmu dan mengajar, 
mengingatkan dan diingatkan; 
memberi manfaat dan mengambil manfaat, 
memberi faedah dan mengambil faedah; 
mendorong manusia berpegang kepada kitab Allah 
dan sunnah Rasulullah sallaLlahu 'alaihi wasallam, 
dan mengajak kepada jalan petunjuk 
serta membawa kepada kebaikan; 
semata-mata ingin mencapai keredhaan-Mu, 
mendekatkan diri kepada-Mu, 
dan mengharapkan pahala-Mu." 

[Al-Imam Al-'Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad RahimahuLlah]


September 09, 2012

Let Him Weave The Verse










When you plant a tree

every leave that grows will tell you,

what you sow sill bear fruit.

So if you have any sense, my friend

don't plant anything but love,

you show your worth by what you seek.

Water flows to those who want purity

wash your hands of all desires and

come to the table of Love.





Do you want me to tell you a secret?

The flowers attract the most beautiful lover

with their sweet smile and scent

If you let God weave the verse in your poem

people will read it

forever.





Maulana Jalaluddin Rumi



Julai 16, 2012

Terbitlah Cahaya Dari Kesuraman





"Andainya hati dan kesedarannya - yakni penglihatan mata hati (basirah) - terisi dengan bayangan makhluk, perhatiannya tertuju kepada mereka dan ketergantungannya adalah kepadanya; (lalu) di manakah cahaya hati dapat terbit di tengah hamparan sanubari yang terkaburi dengan selubungan bayangan (makhluk) yang suram-buram?"

[Al-Habib 'Umar bin Hafidz hafizahuLlah]




Julai 09, 2012

Wahai Diri Yang Terhutang Budi




"Selama kamu hidup, kamu bagaikan seorang pengumpul keuntungan dari kurnia Allah yang sampai kepadamu daripada begitu banyak tangan. Apa yang kamu terima bukanlah benar-benar milikmu. Kamu bagaikan seorang pengurus perbendaharaan harta, kamu harus membahagi-bahagikan apa yang kamu terima, tetapi kamu bertanggungjawab terhadap perhitungannya."

"Jangan sifati dirimu dengan keutamaan, kebaikan, dan kelembutan kerana kamu melayani makhluk. Kamulah yang sebenarnya terhutang budi kepada mereka kerana telah menerima bantuanmu, dengan rendah hati.

"Lihatlah seluruh ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, terutamanya umat manusia, dengan kehendak yang baik, yakni menerima, mengakui, memaafkan, melayani dan mencintainya."

[Syeikhul Akbar Imam Muhyiddin Ibnu 'Arabi QaddasaLlahu Sirrahu]

Julai 05, 2012

Keberanian Dengan Keilmuan (Syaja'ah wal Hikmah)




"Sifat kita bukanlah harus berilmu pengetahuan tetapi takut, atau berkeberanian tetapi jahil."


[Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas]

Beranilah dirimu dengan kedalaman, keluasan dan kejauhan ilmu pengetahuan. Sandarkanlah ilmu itu kepada Pemiliknya, Allah Al-'Aliim. La hawla wala quwwata illa biLlah.




Julai 01, 2012

Bernaung Di Bawah Teduhan Nur Al-Islam


 
"Hakikatnya, apa sahaja yang ada di muka bumi - tamadun, ciptaan manusia dan perkara lainnya - jika mereka terasing dari cahaya penyerahan (Nur Al-Islam) kepada Al-Khaliq (Sang Pencipta), maka hasilnya di dunia adalah kefasadan dan di akhirat; 'azab."

[Al-Habib 'Umar bin Hafidz hafizahuLlah] 

Jun 30, 2012

Hadiahi Bahagia & Kasih Sayang




"Tiada pahala yang dikurniakan atas seorang manusia kerana amal-amal kebaikannya yang setanding dengan (amal kebaikan seperti) kebahagiaan dan kasih sayang yang dihadiahkannya kepada umat manusia."

[Syeikhul Akbar Imam Muhyiddin Ibnu 'Arabi QaddasaLlahu Sirrahu]


Dalam Semua Keadaan, Mengingati-Nya



 "Dalam keadaan apa pun, kenalilah dirimu, bahkan sekalipun kamu lebih baik daripada sesiapa pun yang lain, mohonlah kepada Allah dan bekerjalah untuk keadaan yang lebih baik. Dalam segala hal yang kamu kerjakan, jangan sekali-kali melupakan Allah."

[Syeikhul Akbar Imam Muhyiddin Ibnu 'Arabi QaddasaLlahu Sirrahu]
 

Jun 28, 2012

Kedudukanmu Bergantung Pada Ittiba'un-Nabi





‎"Ketahuilah, kamu hanya akan mendapat kedudukan mulia dan tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, jika mengikuti (ittiba') sunnah Nabi ﷺ. Sebaliknya, kamu akan diremehkan (kedudukanmu) dan dijauhkan dari Allah jika tidak mengikuti Nabi ﷺ."

[Imam Ibnu 'Athaillah As-Sakandari rahimahuLlah]


Jun 26, 2012

Cahaya Ilmu Menyinarkan Akhlak Indah






"Saya tegaskan, berapa banyak pelajar yang memiliki akhlak rendah yang telah memperoleh ilmu, tetapi telah menjauhkan diri dari pemahaman ilmu agama secara hakiki yang mampu mendatangkan kebahagiaan. Yang didapatkan hanyalah pembicaraan yang direka begitu indah oleh lidah lalu diulangi pengucapannya. Seandainya bersinar cahaya ilmu di dalam dadanya, nescaya akhlaknya akan menjadi baik."
    
[Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali rahimahuLlah, Mizanul Amal]


Jun 25, 2012

Terbit & Terbenam Mentari Di Ufuk Hati





"Matahari terbit dan terbenam. Jika tidak, dunia akan hancur. Hati juga terbit dan terbenam. Terbit ketika muncul harapan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan terbenam ketika muncul perasaan takut kepada-Nya. Jika tidak demikian, hati akan dirundung kerosakan."

[An-Nasafi]

Sayap Khauf (Takut) & Raja' (Harap)




Dalam Risalah Al-Qusyairiyyah, dinukilkan bahawa Abu 'Ali al-Rudhbari telah berkata:

"Khauf (takut) dan raja' (harap) laksana sepasang sayap kepada si burung. Apabila kedua-duanya berada dalam keseimbangan, penerbangan sang burung itu lurus dan harmonis; sedangkan apabila salah satu daripadanya kekurangan, penerbangan sang burung menjadi bermasalah. Dan apabila kedua-duanya hilang, maka nyatalah ia sudah berada pada titik kematiannya."

Pujian Yang Takkan Cukup Bagi-Mu





Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusolihat.
Segala puji bagi Allah yang dengan ni'mat-Nya disempurnakan-Nya amal soleh.


September 08, 2011

Kemanisan Dari Hadirnya Cinta





"Hatimu akan merasakan manisnya takdir Tuhan jika
kamu mencintai-Nya. Kamu akan mencintai-Nya jika
kamu mengenal-Nya. Semakin tinggi pengenalanmu
terhadap Tuhan, semakin tinggi pula darjatmu dan
semakin terasa agung ketentuan-Nya bagimu. Dia
sesungguhnya lebih mencintaimu daripada dirimu sendiri.

Kerana itulah dikatakan, orang yang paling mencintai Allah
adalah orang yang paling mengenal-Nya."

[Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi r.a.]


September 07, 2011

Bersungguh-sungguh Mencinta





"Rasa cinta seorang hamba kepada Allah tidaklah boleh
menyerupai cinta seorang makhluk kepada makhluk
yang lainnya. Kerana, cinta (kepada makhluk) seperti itu
merupakan kecenderungan untuk menguasai dan mendapatkan
sang kekasih. Hal ini merupakan ciri-ciri cinta jasmaniah.

Para pencinta Allah s.w.t. adalah orang-orang yang bersungguh-
sungguh dalam mendekati-Nya, bukan orang-orang yang menuntut
mesti bersama-Nya (yakni, memaksa-Nya - Maha Suci Allah dari
kehendak makhluk, Kehendak-Nya sahaja yang terjalani atas semuanya).

Orang yang menuntut itu berdiri sendiri dengan rasa cintanya
(dengan sangkaan semata-mata), sementara orang yang bersungguh
-sungguh itu turut larut dengan Kekasihnya. Orang-orang yang
paling jujur dalam medan cinta adalah mereka yang
bersungguh-sungguh meraih cinta
yang ditakluki olehnya."

[Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi r.a.]




September 06, 2011

Cinta-lah Caranya





"Mencintai Allah adalah cara yang patut ditempuh
seorang hamba Allah berlandaskan keyakinan."

[Al-Imam Ibnu 'Athaillah As-Sakandari r.a.]


September 05, 2011

Penyebar Cinta





"Orang yang paling dicintai Allah
adalah orang yang menjadikan Allah
mencintai hamba-hamba-Nya, dan
beramal soleh di muka bumi dengan segala ketulusan."

[Sayyidina Hasan Al-Basri r.a.]


September 04, 2011

Terus-terusan Mencinta





"Sesiapa yang berterusan rasa cinta kepada
Baginda Nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam,
tidaklah akan pernah merugi di dunia dan akhirat."

[Prof. Dr. Al-Habib Abdullah Bilfaqih]


September 03, 2011

Mengapa Harus Mencinta





"Cintailah orang-orang soleh,
kerana mereka memiliki kesolehan mereka.
Cintailah Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam,
kerana baginda adalah Kekasih Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Cintailah Allah, kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala
adalah kecintaan Rasulullah dan orang-orang soleh."

[Al-Imam Asy-Syafi'i]


September 02, 2011

Pandangan Sarat Cinta





"Hanya melalui (pandangan) cinta,
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam dapat dipandang
(dengan sebenar-benar pandangan)."

[Shaykh Abdul Hakim Murad]