Disember 16, 2008

Munajat Faqir





Ya Allah,
kini kubersimpuh di hadapan-Mu.

Sesal dan insafku mengucur
di sekujur tubuhku.
Aku malu dengan pelan
mengetuk pintu-Mu. Ya Allah,
kapan kiranya pintu itu ditutup
sehingga harus kuketuk?


Duhai Rabbi, mengapa pertobatan
tak kunjung memadai aku lakukan?
Duhai Rabbi, mengapa kemaksiatan
terus berulang aku lakukan?
Duhai Rabbi, mengapa ketaatan
tak mencegahku dari kemungkaran?
Ya Rabbi, daku mohon ampunan-Mu
atas seluruh sikap kurang-ajarku.


Duhai Yang Maha Mendengar
lagi Maha Melihat,
kurangnya ilmuku mohon tidak
menghalangi ampunan-Mu.
Kurangnya amalku mohon tidak
menghalangi pemberian-Mu.
Dan kurangnya keikhlasanku
mohon tidak menghalangi kasih-Mu.


Ya Allah, izinkan hamba-Mu ini untuk
meyakini keluasan rahmat-Mu,
sekalipun telah menumpuk maksiatku.
Jadikanlah ingatan akan karunia-Mu
benar-benar modal bagiku untuk
tidak berputus asa,
sekalipun di tengah berat dan
sempitnya suasana.


Ya Allah, perkenanlah hamba-Mu
menaruh harapan pada luasnya rahmat-Mu
agar kami berlayar di samudera keridaan,
terhindar dari setan-setan yang menyesatkan,
menjauh dari pikuk daratan kemaksiatan.


Ya Allah, ampunilah dosa-dosa
hamba-Mu ini. Juga dosa-dosa orang
yang pernah berbuat baik kepadanya.
Juga dosa-dosa orang yang
pernah dia aniaya.
Juga dosa-dosa orang yang pernah
menyediakan ladang amal baginya.

Tiada ulasan: