Julai 01, 2008

Diamlah, Itu Yang Terbaik





Wali Fudhail bin 'Iyadh berkata kepada seseorang:
"Jika ada yang bertanya kepadamu, cintakah engkau kepada Allah, diamlah; karena jika kaujawab, 'Aku tidak mencintai-Nya,' kau telah kafir; dan jika kaujawab, 'Ya, aku mencintai-Nya,' berarti kau dusta karena banyak perbuatanmu yang bertentangan dengan pengakuanmu."

[-] Diri mudah terlupa akan dosanya dan tertipu, kerana berasa cukup dengan amalnya. Lebih selamat dan utama untuk diri berdiam dan tidak mendakwa-dakwa [yakni, diri mencintai Allah] kerana nilainya menjangkaui perkiraan akal dan rasa. Istiqamahlah berusaha mencintai-Nya, hentikan perlanggaran larangan-Nya, hingga diri berlaku benar-benar jujur dengan pengakuannya. Tanpa perlu menyebut-nyebut di hadapan manusia, Allah Maha Tahu apa yang diri usahakan - maka diamlah, itu yang terbaik.

1 ulasan:

adikhresna berkata...

Assalamu'alaikum. Salam ukhuwah fi Sukabumi, Indonesia.

Dalam diam, kau kan temukan sejuta makna. Lalu bagaimana memaknai makna itu? Bagaimana menemukan jawaban diri dan jawaban-Nya?