Jun 30, 2008

Introspeksi: Dalam diam





Abu 'Amer az-Zujaji, pernah mengatakan:

"Barangsiapa membicarakan tentang suatu hal (keadaan ruhani) padahal ia belum sampai kepadanya, maka pembicaraan itu merupakan fitnah bagi yang mendengarkannya, menjadi dakwaan palsu yang tumbuh di dalam hatinya, dan Allah menghalanginya untuk sampai pada hal tersebut."
[-] dipetik dari Risalah al-Qusyairiah, oleh Abil Qasim al-Qusyairi

Allahu.. Allah, jangan biarkan daku menghalangi diriku dari-Mu, oleh karena diriku sendiri.

2 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

salam..entry ni saya kurang jelas..

hrp ade ulasan lanjut...

terima kaseh

Ibnu Abas berkata...

Wa'alaikumussalam wr wb.

Katakan, seseorang itu hatinya tidak tenang. Sentiasa ia mencari ketenangan, dan Allah tunjukkan jalan-Nya sedikit demi sedikit.

Ia pun mempunyai sedikit ilmu dan pengalaman, diperoleh sendiri-sendiri melalui fikir dan rasa yang ia alami.

Namun, suatu saat ia melihat orang sekelilingnya jua menderita. Hatinya yang berniat baik mendorongnya mengajar orang lain dengan lisan dan kata-kata sendiri. Berbekalkan pengalaman yang secebis, dan ilmunya yang sedikit, diajarnya yang menderita itu, supaya dapat meraih ketenangan - yang ia sendiri tidak sepenuhnya alami.

justeru, tidaklah layak ia mengajar orang lain supaya mengalami keadaan hati (ketenangan) yang tidak ia alami.

maka, yang sebaik-baiknya, adalah diserahkan tanggungjawab pada yang berhak mengajarnya - seorang mursyid.

begitulah secara ringkas.

jika masih belum jelas, harap dapat rujuk pada yang pakar - maaf, saya tak dapat ulas lanjut, lebih dari ini.