September 02, 2009

Kejahilan Menunda






Menunda beramal (saleh) guna menantikan kesempatan yang lebih luang, termasuk tanda kebodohan diri.

~~~~

Watak nafsu adalah selalu mencari kelonggaran, kemudahan dan kesenangan. Menunda-nunda amal yang wajib dan "sepi ing pamrih"* adalah tipuan nafsu demi mengabadikan tuntutan (nafsu) dan kekuasaannya yang selalu bertambah. Alasannya, karena tak ada waktu dan tenaga. Orang bijak adalah dia yang bertindak melawan nafsunya, kebiasaan mentalnya pada masa lalu, dan bertindak dengan maksud mencapai tujuan yang lebih tinggi, baik dalam waktu senang, luang, susah, maupun sibuk. Dikatakan, waktu laksana pedang. Jika engkau tak menebasnya, engkaulah yang akan tertebas olehnya.[]



No 18, Bagian 3
Kitab Al-Hikam
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari,

diulas Syekh Fadhlullah Haeri


________
*sepi ing pamrih : pitutur (nasihat) orang Jawa yang bermaksud menghindar dari memerhatikan keperluan diri (hati, setepatnya).


2 ulasan:

Abihasan berkata...

Semoga diri kita tidak termasuk bagian orang-orang yg senantiasa menunda-nunda untuk berbuat kebaikan, sebagaimana kita tahu bahwa datangnya maut tak pernah kita ketahui, dan itu tak bisa ditunda jika telah sampai waktunya.

Ya Robb,

Kami berlindung kepada-Mu daripada tipu daya Syeitan la'natullah..

ibnu abas berkata...

Amin, Ya Rabb..