November 05, 2010

Mereka Yang Berjaya





"Orang-orang yang sedar pasti berusaha melatih dan mendidik jiwanya.
Mereka berupaya untuk tidak merisaukan, apalagi mendambakan, harta
yang tidak dimiliki. Mereka kaji sumber kegundahan yang merasuki jiwa.
Mereka menemukan bahawa: jika menginginkan sesuatu, jiwa langsung
tergerak untuk mendapatkan dan meraihnya. Jiwa begitu berhasrat untuk
mewujudkan keinginan. Ketika keinginan tidak tercapai, jiwa merasa sedih
dan merana. Mereka menyimpulkan bahawa kegundahan merasuki jiwa
kala ia tidak mendapatkan sesuatu yang didambakannya. Sebaliknya, jika
keinginan berhasil diraih, jiwa merasa senang walaupun sebenarnya nafsu
semakin berkuasa.


Atas dasar itulah, mereka melatih jiwa dengan mengabaikan syahwat dan
membuang impian. Mereka padamkan api syahwat dan mereka buang bara nafsu
hingga kedua-duanya benar-benar mati. Setiap kali terbersit keinginan untuk
mendapatkan sesuatu dalam hati, mereka tidak lantas mengkhayalkannya dalam
jiwa, apalagi langsung menjalankan upaya untuk mendapatkannya. Mereka
senantiasa menanti takdir yang tercatat di Lauh Mahfuz, takdir yang sudah ditulis
bahkan sebelum langit diciptakan. Mereka memasrahkan diri kepada Tuhan dan
tunduk kepada aturan-Nya, sebagaimana layaknya seorang hamba.


Hasilnya, mereka hidup di dunia dengan darjat tinggi dan martabat agung.
Fikiran mereka tenang, dan mata mereka selalu menyinar dengan ajaran agama ini.
Mereka mati dengan indah dan mulia, untuk menemui Tuhan tanpa membawa sedikit pun
angkara. Mereka redha kepada Tuhan sehingga Tuhan pun redha kepada mereka. Mereka
hidup di dunia dengan bantuan-Nya, dan di akhirat mereka didekatkan dan diperlakukan
lembut oleh-Nya: 'Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah-lah
orang-orang yang berjaya. (Surah Al-Mujadilah (58) :22) Merekalah kekasih Allah yang tidak
merasa takut ataupun khuatir. Hati mereka selalu diterangi keyakinan. Sehingga, sikap
mereka tetap sama baik ketika sendirian mahupun saat di tengah banyak orang."

[Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi r.a.]


2 ulasan:

abu al-Qasim berkata...

assalamualaikum

mohd shafiq abas berkata...

wa'alaikumussalam wr wb