Oktober 21, 2008

Ikhlaskan Niatmu






Wahai anakku yang tercinta,

Berapa banyakkah daripada malam-malam yang telah engkau penuhkan dengan berjaga untuk mengulang kaji dan mentelaah kitab, dan berapa lama engkau telah menahan tidur ke atas dirimu. Saya tidak pasti apakah niat yang mendorong engkau berbuat demikian, apakah hanya semata-mata mencari keuntungan dunia, menghimpunkan segala mata bendanya dan mencapai kedudukan yang tinggi serta berbangga dengan kebolehanmu di hadapan kawan-kawan. Jikalau ini niatmu maka engkau akan rugi serugi-ruginya.


Tetapi jika niatmu di dalam usahamu itu untuk menghidupkan syariat Nabi Muhammad saw. dan memperbaiki akhlakmu, serta memecahkan keinginan nafsumu yang selalu menyuruh untuk berbuat jahat, maka untunglah engkau seribu untung. Sungguh benar seorang ahli syair yang berkata:


Berjaga malam kalau bukan kerana zatMu adalah sia-sia dan menangis kalau bukan kerana kehilanganMu adalah tidak berguna.




NASIHAT KELIMA
Ayyuhal Walad
Wahai Anakku Yang Tercinta
Imam al-Ghazali

7 ulasan:

emir.abu.khalil berkata...

benarlah bicara itu, apa sahaja yang kita lakukan, semuanya hanya kita, malaikat pencatit dan Allah sahaja yang ketahui niatnya... semoga kita bukan daripada golongan yang berpura-pura demi mendapat nama...

jazakAllahu khayran katsira atas peringatan kali ini....

akhuka fillah,
emir.abu.khalil

Ibnu Abas berkata...

'Afwan, ya akhi Emir..

Tentang ikhlas, seperti diungkap Syeikh Muhammad Al-Ghazali,

"Keikhlasan adalah rahasia
antara Allah dan hamba-Nya.

Malaikat pencatat tidak mengetahui
sedikit pun untuk dapat ditulisnya,

syaitan tidak mengetahuinya
hingga tak dapat merosaknya,

nafsu pun tidak menyedarinya
sehingga tak mampu mempengaruhinya."


~~~

Ku ingatkan diriku sendiri..


Allah Swt., ketika membalas amal para hamba-Nya, akan berfirman, "Pergilah engkau kepada orang-orang yang engkau harapkan pujian mereka di dunia. Lihatlah, apakah engkau akan mendapatkan pahalamu pada mereka!"


Nabi Saw. bersabda, "Yang paling aku takutkan terhadap kalian adalah kemusyrikan kecil [al-syirk al-asghar]."

Mereka bertanya, "Apa kemusyrikan kecil itu?"

Baginda menjawab, "Ingin dipuji."


Ali r.a berkata, "Bersikaplah rendah hati, jangan sombong; Jangan bersikap tingggi hati, jagalah rahasia, dan tetaplah diam. Engkau akan selamat, cinta kepada kebajikan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak."


Ibrahim ibn Adham pula berkata, "Orang yang mencintai kemasyhuran dan ketenaran akan kehilangan rasa ikhlas."


Syeikh 'Abd al-Khaliq al-Shabrawi, dalam Maratib al-Nafs-nya, menyatakan:

"Ketahuilah bahwa orang yang ingin dipuji tentu berharap mendapat tempat yang tinggi di hati banyak orang dan inilah yang membuatnya bersikap seperti itu (yakni mengharap pujian). Sedangkan pengembara menuju jalan Hakikat harus berupaya merendahkan darjatnya di hati orang lain. Oleh karena itu, (seharusnya) semakin tersisihlah (pada dirinya) rasa ingin dipuji dari jalan kebenaran."

Nadia Izzaty berkata...

Ya Shafiq,
ketenaran tu, apa maksudnya?

=]

Ibnu Abas berkata...

Ya 'Izzaty,

ketenaran = kemegahan.

=]

Nur in Islam berkata...

salam ziarah..

emir.abu.khalil berkata...

astaghfirullah... kekalutan manusia mengaburi akal di kala tidak jaga... makasih atas tegurannya....

ya, benar, keikhalasan itu antara hamba dan Tuhannya...

Ibnu Abas berkata...

Shadaqta, Akhi Emir.
Tenang.. ya.

Moga Allah membantu kita selalu;
tulus tanpa batas,
mengasah kalbu,
meraih ikhlas.

:)


Cik/Puan(?) Ilyani,
selamat bertamu..
;)